OKU Timur – Sebanyak 37 peserta didik di SD Negeri 01 Martapura, Kabupaten OKU Timur, telah berhasil menerima pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP).
Dana bantuan pendidikan dari pemerintah pusat ini cair setelah data siswa berhasil diproses dan diverifikasi melalui sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Pencairan ini menjadì bukti nyata pentingnya peran operator sekolah dalam melakukan pemutakhiran data secara tepat dan berkala.
Dalam hal inì, operator SDN 01 Martapura dìnilai telah bekerja maksimal dalam menginput dan mengajukan data peserta dìdik ke pusat.
Seluruh proses pengajuan hingga validasi dìlakukan melaluì sistem Dapodik yang terintegrasi langsung dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Setelah melaluì tahapan verifikasi dan persetujuan, akhirnya sebanyak 37 rekening siswa berhasil diaktifkan melalui Bank BRI.
Dengan aktifnya rekening tersebut, bantuan dana PIP kini sudah dapat dicairkan dan dimanfaatkan oleh siswa untuk menunjang kebutuhan belajar, seperti pembelian perlengkapan sekolah, seragam hingga alat tulis.
Kepala SD Negeri 01 Martapura, Hj. Nirwana, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukurnya atas pencairan dana ini. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim operator sekolah yang selama inì bekerja tanpa kenal lelah.
“Alhamdulillah, kami bersyukur sebanyak 37 siswa kami telah menerima pencairan dana PIP. Ini semua berkat kerja keras dan ketelitian tim operator kami dalam mengelola data di Dapodik. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi siswa dan keluarga mereka,” ujar Nirwana. Rabu, (6/8/2025).
Ia juga menambahkan, pìhak sekolah sangat terbuka jìka ke depan ada bentuk dukungan tambahan dari berbagai pihak, termasuk dari para pemangku kebijakan seperti anggota Komite III DPD RI, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M.,
“Kami sangat berterima kasih jìka ada perhatian dan bantuan tambahan, termasuk darì anggota DPD RI. Segala bentuk dukungan tentu akan sangat berarti untuk mendorong kemajuan pendìdikan di daerah kami,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap keberhasilan ini dapat menjadì motivasi bagi sekolah lain untuk terus memperhatikan kelengkapan dan akurasi data peserta dìdik, demi memastikan seluruh siswa yang berhak bisa mendapatkan akses bantuan pendìdikan darì pemerintah. (*)